Rabu, 01 Oktober 2014

Tutorial Neatbeans, 6.7.1

Kali ini saya akan ngePost tutorial Neatbeans, 6.7.1.
1.Klick Shortcut pada desktop, dan pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu tentang lngkah-langkah membuat project baru pada Neatbeans, 6.7.1



2. Untuk memulai project baru Silahkan klik menu File kemudian Klik New Project,seperti pada, gambar di bawah ini

3. Setelah itu akan tampil Jendela New Project, kemudian klik "Java" lalu jangan lupa klik Java  Aplication untuk mulai membuat aplikasi baru, setelah itu Klik Next, 





4. Kemudian akan muncul jendela New Java Application, pada field Project Namesilahka isi nama pojectnya sesuai dengan keinginan anda, kemudian pada field Project Location diisi dengan Lokasi tempat dimana project di simpan atau klik Browseuntuk menentukan Lokasi penyimpanan yang anda inginkan, setelah itu klik Finish.




5.  kemudian akan tampil seperti gambar di bawah ini. selanjutnya silahkan membuat berbagai Aplikasi di neatbeans, 

Thanks... Good Luck.... hehehehe

Selasa, 23 September 2014

Software Requirement Specifications

Secara sederhana, Software Requirement Specifications (SRS) adalah dokumen yang menjelaskan tentang berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi oleh suatu software. Dokumen ini dibuat oleh developer (pembuat software) setelah menggali informasi dari calon pemakai software. Pembuatannya pun seharusnya mengikuti standar yang ada dan paling diakui oleh para praktisi rekayasa software di dunia. Oleh karena itu, standar yang akan dibahas di sini adalah standar dari IEEE.

IEEE membuat standar SRS agar dokumen penting itu tidak ambigu dan tentu saja komplit. Lengkap. Dengan standar itu, si penggguna dapat mencurahkan semua keinginannya terkait software tersebut dengan jelas dan akurat sehingga sang developer pun dapat memahami apa yang diinginkan pengguna dengan tepat. Bahkan, bagi perorangan, standar ini dapat membantunya dalam mengembangkan outline SRS yang baku khusus untuk perusahaannya, membantunya membuat dokumen SRS dengan format dan isi yang standar (minimal), serta membantunya mengembangkan rincian-rincian pendukung lainnya.
SRS yang baik akan bermanfaat bagi customer, supplier, ataupun perorangan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain:

Sebagai bentuk perjanjian antara customer dan supplier tentang software apa yang akan dibuat
Mengurangi beban dalam proses pengembangan software
Sebagai bahan perkiraan biaya dan rencana penjadwalan
Sebagai dasar validasi dan verifikasi software di ujung penyelesaian proyek nantinya
Memfasilitasi transfer, semisal software tersebut ingin ditransfer ke pengguna atau mesin-mesin yang lain. Customer pun merasa mudah jika ingin mentransfer software ke bagian-bagian lain dalam organisasinya. Bahkan, jika terjadi pergantian personil developer, proyek dapat mudah ditransfer ke personil baru dengan memahami SRS ini.

Mendasari perbaikan produk software di kemudian hari. Jadi, kadang SRS boleh diperbaiki dengan alasan dan mekanisme tertentu serta atas kesepakatan antara customer dan developer.
Ada beberapa istilah yang digunakan dan harus diketahui untuk memahami standar SRS yang dibuat IEEE ini. Istilah-istilah tersebut adalah:

Kontrak: dokumen yang mengikat secara hukum dan disepakati oleh customer dan supplier, termasuk syarat-syarat teknologi dan organisasi, biaya, serta jadwal pengerjaan. Kontrak bisa mengandung sesuatu yang kurang formal tetapi bermanfaat, seperti komitmen atau harapan dari pihak yang terlibat.
Customer (pelanggan) : Pihak yang membayar untuk produk dan biasanya yang menentukan persyaratan (requirements).
Supplier (pemasok): Pihak yang membuat produk software untuk customer.
Pengguna: Pihak yang mengoperasikan atau berinteraksi langsung dengan software. Pengguna dan customer biasanya bukan orang yang sama.

Untuk menyusun SRS, beberapa hal perlu dipertimbangkan, yaitu:
Sifat SRS;
Lingkungan SRS;
Karakteristik dari SRS yang baik, yaitu:
Correct (benar)
Unambiguous (tidak ambigu, tapi jelas)
Complete (lengkap)
Consistent (konsisten)
Ranked for importance and/or stability (prioritas penting dan atau stabilitas)
Verifiable (dapat diverifikasi)
Modifiable (bisa dimodifikasi)
Traceable (bisa dilacak)
Penyusunan SRS secara bersama-sama;
Evolusi SRS ;
Membuat prototipe, seperti model atau contoh;
Mencantumkan desain sistem di SRS;
Pencantuman persyaratan proyek di SRS. Untuk persyaratan proyek ada dokumen tersendiri
Pada akhirnya IEEE membuat template sebuah SRS, yang isinya antara lain:

1. Introduction
1.1 Purpose
1.2 Scope
1.3 Definitions, acronyms, and abbreviations
1.4 References
1.5 Overview
2. Overall description
2.1 Product perspective
2.2 Product functions
2.3 User characteristics
2.4 Constraints
2.5 Assumptions and dependencies
3. Specific requirements
4. Appendixes
5. Index

Untuk specific requirements sendiri ada beberapa template yang dibuat oleh IEEE, salah satunya adalah:
3.1 External interface requirements
3.1.1 User interfaces
3.1.2 Hardware interfaces
3.1.3 Software interfaces
3.1.4 Communications interfaces
3.2 Functional requirements
3.2.1 Mode 1
3.2.1.1 Functional requirement 1.1

3.2.1.n Functional requirement 1.n
3.2.2 Mode 2

3.2.m Mode m
3.2.m.1 Functional requirement m.1

3.2.m.nFunctional requirement m.n
3.3 Performance requirements
3.4 Design constraints
3.5 Software system attributes
3.6 Other requirements

Selasa, 16 September 2014

Jenis-jenis Sistem Informasi


Transaction Processing System (TPS)
Management Information System (MIS)
Decision Support System (DSS)
Expert Systems
Office automation and Work Group System

 1.  Transaction Processing System (TPS)

Transaction Processing System adalah aplikasi sistem informasi yang mengambil atau mengumpulkan dan mengolah data tentang transaksi suatu proses bisnis. Salah satu dimensi TPS adalah data maintenance yang dapat meng-update data yang diperlukan. TPS dapat terus berkembang karena perkembangan dunia bisnis akan terus berkembang. Perkembangan bisnis akan memerlukan sistem yang terus berkembang pula. Perkembangan bisnis ini disebut Bisnis process redesign yaitu sebuah study, analisis, dan redesign proses bisnis yang mendasar untuk mengurnagi ongkos atau meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan.
Contoh TPSyaitu : Airline reservation; Bank deposit; Customer returns; Inventory procurement; Order processing; Payroll.

2. Management Information System (MIS)

MIS adalah suatu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan laporan informasi terpadu bagi pihak manajemen. MIS dihasilkan dari beberapa database yang menyimpan data dari benyak sumber, termasuk didalamanya Transaction Processing System. MIS menyajikan informasi yang detail, rangkuman informasi dan informasi terpilih. MIS merupakan salah satu elemen manajemen yang dirasa penting oleh banyak perusahaan oleh karena itu pengembangan MIS akan terus dapat berlanjut.
Contoh Management Information System adalah:
1.    Budget forecasting and analysis
2.    Financial reporting
3.    Inventory reporting
4.    Material requirement planning
5.    Salary analysis

3. Decision Support System (DSS) 

Decision Support System adalah salah satu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan informasi yang mendukung pengambilan keputusan kepada penggunanya. Jika pengguna DSS adalah seorang manajemen, maka program ini disebut Executive Information System (EIS). DSS fokus pada penyediaan informasi yang berguna untuk mendukung pengambilan keputusan. DSS menyediakan alat bagi pengguna untuk meng-akses data dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusannya. Beberapa pertimbangan yang diberikan olehDSS adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi masalah
2. Identifikasi beberapa alternatif solusi
3. Akses informasi yang dibutuhkan utnuk memecahkan masalah atau pengambilan keputusan.
4. Analisis beberapa keputusan atau variabel yang akan mempengaruhi keputusan, yang biasa disebut ”what if-analysis”.
5. Simulasi dari keputusan dan hasil yang akan diberikan.

4. Expert Systems

Expert system merupakan perluasan dari decision support system. Expert system adalah suatu sistem informasi         pengambilan keputusan yang mengambil dan meniru pengetahuan serta keahlian dari seorang expert problem solving atau decision maker dan kemudian berpikir dan bereaksi sesuai dengan seorang expert tadi. 
Expert system meniru logika dan pemikiran dari seorang ahli dalam bidang mereka masing-masing. Hal itu dibutuhkan agar orang lain yang bukan seorang ahli dapat mengetahui pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh seorang ahli. Berikut adalah contoh dari penggunaan expert system :
Industri makanan menggunakan expert system untuk menyimpan keahlian dari seorang ahli yang sudah mendekati masa pensiun (dengan cara menduplikasi/meniru sang expert).

5. Office Automation and Work Group System

 Office Automation (OA) System mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas, biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak.
Office automation system digunakan untuk mendapatkan semua informasi bagi yang membutuhkannya. Office automation berfungsi dalam word processing, elctronic message, work group computing, work group scheduling,facsimile processing, imaging and electronic documents, and work flow management.  
Personal information system dirancang untuk memenuhi kebutuhan dari single user. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas individu. Contoh dari personal information system adalah Microsoft’s Office Professional,IBM’s Lotus SmartSuite, Corel’s PerfectOffice, dll. 
Contoh dari work group information systems adalah Microsoft’s Exchange and Outlook, IBM’s Lotus Notes/Domino, atau Novell’s GroupWise.  




UseCase

Use-case diagram merupakan model diagram UML yang digunakan untuk menggambarkan requirementfungsional yang diharapkan dari sebuah sistem. Use case digunakan untuk membentuk tingkah laku benda/thing dalam sebuah mode serta direalisasikan  oleh sebuah collaborator, umumnya use case digambarkan dengan sebuah elips dengan garis yang solid, biasanya mengandung nama. Use-case diagram menekankan pada “siapa” melakukan “apa” dalam lingkungan sistem perangkat lunak akan dibangun. Use-case diagram sebenarnya terdiri dari dua bagian besar; yang pertama adalah use case diagram (termasuk gambar use case dependencies) dan use case description.

Use case menggambarkan proses system (kebutuhan system dari sudut pandang user). secara umum use case adalah:

Pola perilaku system
Urutan transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh actor 
Use case diagram terdiri dari:
Use case
Actor
Relationship
System boundary boxes
Packages

Use-case diagram dapat digunakan selama proses analisis untuk menangkap requirement system dan untuk memahami bagaimana sistem seharusnya bekerja. Selama tahap desain, use-case diagram berperan untuk menetapkan perilaku (behavior) sistem saat diimplementasikan. Dalam sebuah model mungkin terdapat satu atau beberapa use-case diagram. Kebutuhan atau requirements system adalah fungsionalitas apa yang harus disediakan oleh sistem kemudian didokumentasikan pada model use-case yang menggambarkan fungsi sistem yang diharapkan (use-case), dan yang mengelilinginya (actor), serta hubungan antara actor dengan use-case (use-case diagram) itu sendiri.

● Use case class digunakan untuk memodelkan dan menyatakan unit fungsi/layanan yang disediakan oleh sistem (or bagian sistem: subsistem atau class) ke pemakai.

● Use case dapat dilingkupi dengan batasan sistem yang diberi label nama sistem.

● Use case adalah sesuatu yang menyediakan hasil yang dapat diukur ke pemakai atau sistem eksternal.

Karakteristik :
– Use cases adalah interaksi atau dialog antara sistem dan actor, termasuk pertukaran pesan dan tindakan yang dilakukan oleh sistem.

– Use cases diprakarsai oleh actor dan mungkin melibatkan peran actor lain. Use cases harus menyediakan nilai minimal kepada satu actor.

– Use cases bisa memiliki perluasan yang mendefinisikan tindakan khusus dalam interaksi atau use case lain mungkin disisipkan.

– Use case class memiliki objek use case yang disebut skenario. Skenario menyatakan urutan pesan dan tindakan tunggal.



Berikut adalah cara menggambar use-case diagram:
Catatan:
Sebelum membuat use-case diagram, sebaiknya diawali dengan membuat FDD terlebih dahulu. Hal ini sekedar untuk membantu mengidentifikasi proses-proses dalam sistem.
1) Mulai dengan mendaftarkan aktor yang berhubungan dengan Use-case, baik sebagai sender maupun receiver.
2) Komponen dalam use-case diagram adalah Nama Use-case, Deskripsi Use-case dan Pelaku yang berpartisipasi dan perannya.
3) Temukan dependency yang mendemonstrasikan hubungan semantik antara dua Use-case. Jika Use-case “A” berubah dapat mengakibatkan Use-case “B” akan berubah pula.
Ada 2 macam dependency yang perlu diperhatikan yaitu include dan extend.

Dependency include:
Sebuah Use-case dapat meng-include fungsionalitas Use-case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa Use-case yang di-include akan dipanggil setiap kali Use-case yang meng-include dieksekusi secara normal. Sebuah Use-case dapat di-include oleh lebih dari satu Use-case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common.
Contoh Use-case (include)


Contoh Use Case: "Badan geofisika dan meteorologi ingin membangun sebuah sistem ramalan cuacu berbasis web (yang sudah mendukung pemograman berorientasi objek) sistem ini akan memprediksi tiga nilai berikut :
Curah hujan
Suhu udara
Arah angin dan kecepatanya
Informasi setiap ibu kota provinsi selama 10 tahun terakhir terekam dengan baik.
Curah hujan sesungguhnya yang terjadi di hari itu, suhu udara dan arah angin direkam oleh petugas BMG di setiap ibu kota provinsi. Untuk para pengguna ramala cuaca, ada fasilitas melihat cuaca denga terlebih dahulu memliih kota yang akan dilihat.

Dari narassi diatas terdapat dua actor yaitu petugas BMG dan pengguna(user) dan tujuh Use case yaitu curah hujan, suhu udara, arah mata angin dan kecepatan, olah data ramala cuaca, rekam data ramalan cuaca, melihat ramalan cuaca dan memlih ibu kota provinsi, untuk membuat use case anda bisa menggunakan software seperti Astah Profesional.


Level per management (Lower, Middle, Top level management)

1 . Low level manajemen (manajemen tingkat bawah)

Tingkatan tertinggi dari sebuah manajemen, tingkatan terendah (operasional) manajemen, sebagian besar terkait dengan keputusan yang diambil dalam waktu yang relatif sempit. Manajemen dengan tingkatan yang lebih rendah, juga disebut manajemen pengawasan, dan merupakan aktualisasi dari perencanaan manajemen menengah dan mengendalikan kegiatan operasional sehari-hari kegiatan yang berfungsi untuk menjaga keberlanjutan organisasi.

Contoh manajer tingkat rendah adalah manajer gudang yang bertanggung jawab atas restocking persediaan dan Manager yang memanage bahan-bahan bertanggung jawab untuk melihat bahwa semua bahan yang diperlukan di bidang manufaktur memenuhi kebutuhan produksi.

Sebagian besar keputusan pada tingkat ini membutuhkan informasi yang mudah dimengerti  tentang status dak aktivitas yang sedang berlangsung dan kegiatan dalam fungsi dasar bisnis -misalnya, informasi yang dibutuhkan untuk memutuskan kapan melakukan restok ulang persediaan.
Informasi ini umumnya diberikan dalam laporan rinci yang mengandung informasi spesifik tentang kegiatan rutin. Laporan-laporan jenis ini biasanya terstruktur, sehingga bentuknya dapat ditentukan. Data operasional Bisnis sehari-hari sudah tersedia, dan pengolahan dapat dengan mudah dilakukan dengan komputerisasi.

Manajer pada tingkat ini biasanya membuat keputusan terstruktur. Sebuah keputusan terstruktur adalah keputusan yang dapat diprediksi yang dapat dibuat sebelum diputuskan dengan kata lain disebut prosedur rutin. Misalnya, Manajer pada lantai khusus pakaian menerima kartu kredit Anda untuk membayar untuk beberapa baju baru adalah keputusan terstruktur berdasarkan kriteria tertentu yaitu: 

1.    Apakah pelanggan Puas?
2.    Apakah kartu saat ini berlaku atau expired?
3.    Apakah nomor kartu 011 terdaftar ditoko atau kartu curian?
4.    Adalah jumlah pembelian di bawah batas kartu kredit pemegang kartu?

2. Middle level manajemen (manajemen tingkat menengah)
Manajemen di Level menengah berkaitan  dengan keputusan yang cakupannya lebih luas. Beberapa sebutan di level manajer menengah seperti manajer pabrik, manajer divisi, manajer penjualan, manajer cabang, dan direktur personilia.
penjualan, manajer cabang, dan direktur personilia. Informasi yang berada di level manajer menengah meliputi ulasan,ringkasan, dan analisis data historis untuk membantu merencanakan operasi dan kontrol dalam melaksanakan kebijakanyang telah dirumuskan oleh level manajemen atas/puncak.

Laporan berkala yang dibuat telah ditentukan waktunya : harian, mingguan, bulanan, kuartal, atau tahunan. Laporan-laporan ini biasanya mencakup laporan penggajian, laporan status persediaan, laporan penjualan, laporan laba rugi, dan neraca.  Laporan On-demand biasanya diminta oleh manajer ketika informasi tersebut diperlukan untuk masalah tertentu. Sebagai contoh, jika seorang pelanggan ingin membuat sebuah rekening tagihan yang besar, seorang manajer mungkin meminta laporan khusus pada pembayaran pelanggan dan riwayat permintaan. Pada saat awal laporan biasanya masih belum ada perubahan dan memerlukan perhatian yang segera seperti laporan persedian barang yang tidak tersedia atau laporan tentang peralatan yang tidak layak pakai.

Manajer di tingkat menengah biasa juga disebut manajer yang membuat keputusan secara taktis yang umumnyaberurusan dengan keputusan semistructured. Sebuah keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang meliputibeberapa prosedur  struktur dan tidak bisa diputuskan pada saaat prosedur tersebut dibuat. Dalam kebanyakan kasus,keputusan semistructured bersifat kompleks, membutuhkan analisis yang rinci dan perhitungan yang luas. Contohkeputusan semistructured termasuk memutuskan berapa banyak unit yang spesifik harus disimpan dalam persediaan,apakah akan membeli sistem komputer yang lebih besar, dari mana sumber untuk membeli sistem komputer tersebut,dan apakah harus membeli sistem komputer mini yang multiuser. Setidaknya beberapa persyaratan informasi pada tingkat ini dapat dipenuhi melalui pemrosesan data yang berbasis komputer.

 3. Top level manajemen (manajemen tingkat atas/puncak)

TOP Manajemen berkaitan dengan keputusan yang lingkup dan kerangka waktunya lebih luas. Sebutan di level top manajemen antara lain Chief Executive Officer (CEO), chief operating officer/kepala operasional (COO), Chief Finance Officer (CFO), IS for the Noninformation Systems Executive treasurer, Pengendali, chief information officer (CIO executive vice president, and Pegawai senior. Top Manajer  didalamnya terdapat beberapa  orang memiliki wewenang kuat yang bertanggung jawab atas empat fungsi dasar dari bisnis,  pemasaran dan keuangan, produksi dan penelitian serta pengembangan. Keputusan yang dibuat pada tingkat ini tidak bisa diprediksi,dalam  jangka waktu yang panjang, dan terkait dengan masa depan, kegiatan tidak hanya masa lalu dan / atau saat ini.

Oleh karena itu, hal ini menuntut pengalaman yang banyak dan pengambilan keputusan yang tepat. MIS Sebuah perusahaan harus mampu menyediakan informasi kepada manajemen puncak yang diperlukan dalam laporan berkala, laporan saat ini, dan laporan berdasarkan permintaan.

Informasi yang ada harus menunjukkan bagaimana semua kegiatan di perusahaan dan departemen terkait dan tidak terlepas satu sama lain dan saling mempengaruhi. Keputusan penting yang dibuat pada tingkat ini cenderung diarahkan
(1) perencanaan strategis, misalnya, bagaimana pembiayaan  perkembangan perusahaan dan pasar baru mana harus ditangani pertama kali, 
(2) alokasi sumber daya, seperti memutuskan apakah akan membangun atau menyewakan ruang kantor dan apakah akan menghabiskan lebih banyak uang untuk iklan atau mempekerjakan staf baru, dan 
(3) perumusan kebijakan, seperti menentukan kebijakan perusahaan untuk mempekerjakan kaum minoritas dan menyediakan insentif karyawan.

Manajer pada tingkat ini sering disebut pengambil keputusan strategis. Contoh keputusan terstruktur termasuk memutuskan rencana lima tahun kedepan sesuai tujuan perusahaan, mengevaluasi sumber daya keuangan di masa depan, dan memutuskan bagaimana bereaksi terhadap tindakan pesaing. Pada tingkat yang lebih tinggi dari manajemen, banyak data yang dibutuhkan untuk membuat keputusan datang dari luar organisasi (misalnya informasi tentang keuangan  pesaing).