1 . Low level manajemen (manajemen tingkat bawah)
Tingkatan tertinggi dari sebuah manajemen, tingkatan
terendah (operasional) manajemen, sebagian besar terkait dengan keputusan yang
diambil dalam waktu yang relatif sempit. Manajemen dengan tingkatan yang lebih
rendah, juga disebut manajemen pengawasan, dan merupakan aktualisasi dari
perencanaan manajemen menengah dan mengendalikan kegiatan operasional
sehari-hari kegiatan yang berfungsi untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
Contoh manajer tingkat rendah adalah manajer gudang yang
bertanggung jawab atas restocking persediaan dan Manager yang memanage
bahan-bahan bertanggung jawab untuk melihat bahwa semua bahan yang diperlukan
di bidang manufaktur memenuhi kebutuhan produksi.
Sebagian besar keputusan pada tingkat ini membutuhkan informasi yang mudah
dimengerti tentang status dak aktivitas yang sedang berlangsung dan
kegiatan dalam fungsi dasar bisnis -misalnya, informasi yang dibutuhkan untuk
memutuskan kapan melakukan restok ulang persediaan.
Informasi ini umumnya diberikan dalam laporan rinci yang
mengandung informasi spesifik tentang kegiatan rutin. Laporan-laporan jenis ini
biasanya terstruktur, sehingga bentuknya dapat ditentukan. Data operasional
Bisnis sehari-hari sudah tersedia, dan pengolahan dapat dengan mudah dilakukan
dengan komputerisasi.
Manajer pada tingkat ini biasanya membuat keputusan
terstruktur. Sebuah keputusan terstruktur adalah keputusan yang dapat
diprediksi yang dapat dibuat sebelum diputuskan dengan kata lain disebut
prosedur rutin. Misalnya, Manajer pada lantai khusus pakaian menerima kartu
kredit Anda untuk membayar untuk beberapa baju baru adalah keputusan
terstruktur berdasarkan kriteria tertentu yaitu:
1. Apakah pelanggan Puas?
2. Apakah kartu saat ini berlaku atau
expired?
3. Apakah nomor kartu 011 terdaftar
ditoko atau kartu curian?
4. Adalah jumlah pembelian di bawah
batas kartu kredit pemegang kartu?
2. Middle level manajemen (manajemen tingkat menengah)
Manajemen di Level menengah
berkaitan dengan keputusan yang cakupannya lebih luas.
Beberapa sebutan di level manajer menengah seperti manajer
pabrik, manajer divisi, manajer penjualan, manajer cabang, dan
direktur personilia.
penjualan, manajer cabang, dan
direktur personilia. Informasi yang berada di level manajer
menengah meliputi ulasan,ringkasan, dan analisis data
historis untuk membantu merencanakan operasi
dan kontrol dalam melaksanakan kebijakanyang
telah dirumuskan oleh level manajemen atas/puncak.
Laporan berkala yang dibuat telah ditentukan waktunya :
harian, mingguan, bulanan, kuartal, atau tahunan. Laporan-laporan ini biasanya
mencakup laporan penggajian, laporan status persediaan, laporan penjualan,
laporan laba rugi, dan neraca. Laporan On-demand biasanya diminta
oleh manajer ketika informasi tersebut diperlukan untuk masalah tertentu.
Sebagai contoh, jika seorang pelanggan ingin membuat sebuah rekening tagihan
yang besar, seorang manajer mungkin meminta laporan khusus pada pembayaran pelanggan
dan riwayat permintaan. Pada saat awal laporan biasanya masih belum ada
perubahan dan memerlukan perhatian yang segera seperti laporan persedian barang
yang tidak tersedia atau laporan tentang peralatan yang tidak layak pakai.
Manajer di tingkat menengah biasa juga
disebut manajer yang membuat keputusan secara taktis yang umumnyaberurusan
dengan keputusan semistructured. Sebuah
keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang meliputibeberapa
prosedur struktur dan tidak bisa diputuskan pada saaat prosedur
tersebut dibuat. Dalam kebanyakan
kasus,keputusan semistructured bersifat kompleks, membutuhkan analisis
yang rinci dan perhitungan yang
luas. Contohkeputusan semistructured termasuk memutuskan berapa
banyak unit yang spesifik harus disimpan dalam persediaan,apakah
akan membeli sistem komputer yang lebih besar, dari
mana sumber untuk membeli sistem komputer tersebut,dan
apakah harus membeli sistem komputer mini
yang multiuser. Setidaknya beberapa
persyaratan informasi pada tingkat
ini dapat dipenuhi melalui pemrosesan data yang berbasis
komputer.
3.
Top level manajemen (manajemen tingkat atas/puncak)
TOP Manajemen berkaitan dengan keputusan yang lingkup dan
kerangka waktunya lebih luas. Sebutan di level top manajemen antara lain Chief
Executive Officer (CEO), chief operating officer/kepala operasional (COO),
Chief Finance Officer (CFO), IS for the Noninformation Systems Executive
treasurer, Pengendali, chief information officer (CIO executive vice president,
and Pegawai senior. Top Manajer didalamnya terdapat
beberapa orang memiliki wewenang kuat yang bertanggung jawab atas
empat fungsi dasar dari bisnis, pemasaran dan keuangan, produksi dan
penelitian serta pengembangan. Keputusan yang dibuat pada tingkat ini tidak
bisa diprediksi,dalam jangka waktu yang panjang, dan terkait dengan
masa depan, kegiatan tidak hanya masa lalu dan / atau saat ini.
Oleh karena itu, hal ini menuntut pengalaman yang banyak dan
pengambilan keputusan yang tepat. MIS Sebuah perusahaan harus mampu menyediakan
informasi kepada manajemen puncak yang diperlukan dalam laporan berkala,
laporan saat ini, dan laporan berdasarkan permintaan.
Informasi yang ada harus menunjukkan bagaimana semua
kegiatan di perusahaan dan departemen terkait dan tidak terlepas satu sama lain
dan saling mempengaruhi. Keputusan penting yang dibuat pada tingkat ini
cenderung diarahkan
(1) perencanaan strategis, misalnya, bagaimana
pembiayaan perkembangan perusahaan dan pasar baru mana harus
ditangani pertama kali,
(2) alokasi sumber daya, seperti memutuskan apakah akan
membangun atau menyewakan ruang kantor dan apakah akan menghabiskan lebih
banyak uang untuk iklan atau mempekerjakan staf baru, dan
(3) perumusan kebijakan, seperti menentukan kebijakan
perusahaan untuk mempekerjakan kaum minoritas dan menyediakan insentif
karyawan.
Manajer pada tingkat ini sering disebut pengambil keputusan
strategis. Contoh keputusan terstruktur termasuk memutuskan rencana lima tahun
kedepan sesuai tujuan perusahaan, mengevaluasi sumber daya keuangan di masa
depan, dan memutuskan bagaimana bereaksi terhadap tindakan pesaing. Pada
tingkat yang lebih tinggi dari manajemen, banyak data yang dibutuhkan untuk
membuat keputusan datang dari luar organisasi (misalnya informasi tentang
keuangan pesaing).